LPM IAIN Pontianak Dorong Tindak Lanjut Temuan untuk Persiapan Surveillance Audit ISO
PONTIANAK – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menyelenggarakan kegiatan Publikasi Hasil Audit Mutu Internal (AMI) dan Sosialisasi Persiapan Surveillance Audit ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 Tahun 2026 pada Selasa, 20 Oktober 2026, bertempat di Aula Abdul Rani IAIN Pontianak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan penguatan sistem penjaminan mutu guna memastikan konsistensi penerapan standar serta keberlanjutan peningkatan mutu di lingkungan institusi.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris LPM IAIN Pontianak, Andina Nurul Wahidah, M.Pd., memaparkan hasil audit ISO yang mencatat 39 temuan dan observasi. Rincian tersebut terdiri atas empat temuan ketidaksesuaian mayor, 26 ketidaksesuaian minor, dan sembilan observasi. Hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi unit kerja untuk memperkuat pengendalian mutu serta memastikan setiap temuan ditindaklanjuti secara tepat.
Andina menjelaskan bahwa tindak lanjut hasil audit perlu diawali dengan identifikasi akar masalah. Menurutnya, persoalan yang ditemukan tidak cukup diselesaikan melalui pemenuhan dokumen atau perbaikan administratif semata, tetapi perlu ditelusuri hingga penyebab mendasarnya. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah konsistensi penerapan sistem, mulai dari kebijakan yang ditetapkan hingga bukti pelaksanaan di tingkat unit kerja.


Konsistensi tersebut penting untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional. Oleh karena itu, setiap unit kerja perlu memastikan kesesuaian antara kebijakan, pelaksanaan prosedur, pencatatan, dan bukti yang mendukung pemenuhan standar. Dengan demikian, perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mencegah terulangnya ketidaksesuaian pada audit berikutnya.
Sosialisasi persiapan surveillance audit ISO ini juga menjadi forum pembahasan mengenai langkah-langkah pengendalian dan tindak lanjut temuan. Unit kerja diharapkan dapat menyusun rencana perbaikan berdasarkan tingkat ketidaksesuaian, menetapkan langkah korektif yang sesuai, serta memastikan efektivitas perbaikan melalui pemantauan dan dokumentasi yang memadai.
Persiapan menghadapi surveillance audit ISO memerlukan keterlibatan seluruh unit kerja agar sistem manajemen mutu dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Kesiapan tersebut tidak hanya ditunjukkan melalui kelengkapan dokumen, tetapi juga melalui penerapan kebijakan dan prosedur secara nyata serta tersedianya bukti pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, LPM IAIN Pontianak mendorong penguatan budaya mutu yang berorientasi pada evaluasi, perbaikan, dan peningkatan kinerja secara berkesinambungan. Publikasi hasil audit dan persiapan surveillance audit ISO diharapkan dapat memotivasi seluruh unit kerja untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi sehingga mutu akademik, tata kelola, serta pelayanan institusi semakin baik dan berdaya saing.
Penulis: Mala K.W.
Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.


