Berita

LPM IAIN PONTIANAK TINGKATKAN KOMPETENSI MELALUI PELATIHAN TRANSISI ISO 21001:2018 KE ISO 21001:2025

LPM IAIN Pontianak Tingkatkan Kompetensi melalui Pelatihan Transisi ISO 21001:2018 ke ISO 21001:2025

PONTIANAK – Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak turut berpartisipasi dalam Transition ISO 21001:2018 to ISO 21001:2025 Training Course yang diselenggarakan oleh PT Decra Group Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 7 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman terhadap pembaruan standar ISO 21001:2025 sekaligus mempersiapkan implementasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Utama PT Decra Group Indonesia, Ir. Sholichin Agung Darmawan, yang menjelaskan berbagai perubahan mendasar dalam proses transisi dari ISO 21001 edisi 2018 menuju ISO 21001 edisi 2025. Menurutnya, revisi standar ini merupakan respons terhadap perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, khususnya dalam menghadapi transformasi digital, kebutuhan peserta didik yang semakin beragam, serta tuntutan peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Salah satu pembaruan utama dalam ISO 21001:2025 adalah penerapan Learner-Centric Approach, yaitu pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari seluruh proses penyelenggaraan pendidikan. Organisasi pendidikan didorong untuk lebih memahami kebutuhan, harapan, serta umpan balik peserta didik sehingga setiap kebijakan, layanan, dan proses pembelajaran benar-benar berorientasi pada peningkatan pengalaman belajar. Selain itu, standar terbaru ini juga memperkenalkan indikator kinerja yang lebih terukur dengan menghubungkan tujuan strategis organisasi terhadap capaian hasil pendidikan, sehingga proses evaluasi dapat dilakukan secara lebih objektif dan akurat.

Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa ISO 21001:2025 memberikan perhatian yang lebih besar terhadap aspek inklusi, aksesibilitas, dan kesetaraan. Melalui klausul Support for Vulnerable Groups, lembaga pendidikan didorong untuk menyediakan dukungan yang lebih optimal bagi peserta didik rentan, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus maupun yang mengikuti pembelajaran jarak jauh. Di sisi lain, konsep Reinforced Equity semakin memperkuat komitmen organisasi pendidikan dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

Perubahan signifikan lainnya terdapat pada aspek pendidikan digital. ISO 21001:2025 telah mengintegrasikan berbagai rekomendasi praktis terkait penyelenggaraan pembelajaran digital, penjaminan mutu pada lingkungan pembelajaran virtual, serta perlindungan data peserta didik. Standar ini juga mendorong strategi penggunaan teknologi melalui integrasi berbagai perangkat digital dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran sehingga mampu mendukung efektivitas model pembelajaran daring maupun hybrid.

Selain itu, revisi terbaru juga menguatkan dimensi keberlanjutan melalui konsep Holistic Sustainability yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Tujuan 4, yaitu Quality Education. Bersamaan dengan itu, aspek Social Responsibility semakin ditekankan sebagai bagian dari komitmen organisasi pendidikan dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat. Standar ini juga memperkuat pemikiran berbasis risiko (Risk-Based Thinking) dan tata kelola organisasi agar mampu mengantisipasi berbagai tantangan serta perubahan yang terjadi di sektor pendidikan.

Pada sisi pengembangan mutu, ISO 21001:2025 menghadirkan kerangka Continuous Improvement yang lebih jelas melalui mekanisme pemantauan, evaluasi, dan peningkatan layanan pendidikan secara berkelanjutan. Standar ini juga dilengkapi dengan Evaluation Frameworks berupa indikator dan alat ukur yang lebih rinci untuk mengevaluasi kinerja organisasi pendidikan serta dampak layanan yang diberikan. Di samping itu, standar terbaru tetap memberikan ruang bagi inovasi melalui konsep Encouragement of Innovation, sehingga organisasi pendidikan dapat mengembangkan metode pembelajaran dan lingkungan belajar yang kreatif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip sistem manajemen mutu.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, LPM IAIN Pontianak memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perubahan dan persyaratan baru dalam ISO 21001:2025. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mempersiapkan proses transisi standar ISO di lingkungan IAIN Pontianak, sekaligus memperkuat implementasi sistem manajemen organisasi pendidikan yang berorientasi pada peserta didik, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.