Prof. Dr. Erwin Paparkan Usulan UIN SAKA, Integrasikan Sejarah Islam dan Pengembangan Akademik
PONTIANAK – Usulan pertama, UIN Syekh Ahmad Khatib As-Sambasi (UIN SAKA), dipaparkan oleh Prof. Dr. Erwin, M.Ag. Berdasarkan materi PowerPoint yang dipaparkan dalam Forum Akademik Penamaan UIN oleh Prof. Dr. Erwin, M.Ag., terdapat beberapa poin utama terkait usulan penamaan UIN Syekh Ahmad Khatib Pontianak atau UIN SAKA Pontianak, yaitu:
1. Landasan Penamaan: Usulan nama UIN Syekh Ahmad Khatib didasarkan pada upaya menghubungkan identitas sejarah Kalimantan Barat dengan perkembangan keilmuan Islam Nusantara serta visi universitas Islam yang terbuka dan berdaya saing internasional.
2. Ketokohan Syekh Ahmad Khatib: Syekh Ahmad Khatib dipaparkan sebagai tokoh yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan keilmuan Islam, tradisi Tarekat Qadiriyah, serta jaringan ulama Nusantara. Warisan keilmuannya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kajian akademik yang lebih luas.
3. Potensi Pengembangan Akademik: Penamaan ini membuka peluang pengembangan pusat kajian sejarah intelektual Islam Borneo, penelitian manuskrip, digitalisasi naskah, kajian jaringan ulama Nusantara, serta publikasi dan konferensi internasional.
4. Makna Nama SAKA: Akronim SAKA memiliki tiga lapisan makna, yakni penegak, sebagai simbol universitas yang menguatkan ilmu dan integritas; pembinaan, sebagai ruang pengembangan karakter dan kompetensi; serta peradaban, sebagai representasi lembaga pendidikan yang berakar pada sejarah dan terbuka terhadap masa depan.
5. Nilai-Nilai Institusional: UIN SAKA diharapkan mengembangkan empat nilai utama, yaitu ilmu, integritas, inklusivitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui peningkatan mutu pembelajaran, penelitian, tata kelola, dan dampak sosial.
6. Mekanisme Penetapan Nama: Pemaparan mengusulkan proses pengambilan keputusan yang objektif dan transparan melalui enam kriteria penilaian, yaitu legitimasi sejarah (20%), kontribusi keilmuan (20%), relevansi dengan misi UIN (20%), potensi jejaring internasional (15%), kekhasan identitas (15%), dan penerimaan sosial (10%). Prosesnya juga mencakup verifikasi sumber, penilaian akademik, konsultasi publik, dan telaah regulasi.
Pemaparan ini menawarkan UIN Syekh Ahmad Khatib Pontianak (UIN SAKA) sebagai salah satu kandidat nama yang mengintegrasikan akar sejarah Kalimantan Barat dengan tradisi keilmuan Islam Nusantara. Usulan tersebut tidak hanya bertujuan mengangkat tokoh sejarah, tetapi juga menghadirkan arah pengembangan akademik melalui penelitian, pelestarian manuskrip, penguatan jaringan keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat. Penetapan nama tetap perlu melalui kajian historis, penilaian akademik, konsultasi pemangku kepentingan, serta pertimbangan regulasi secara transparan.
Penulis: Mala K.W.
Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.


