Berita,  Kegiatan/Event

EKA HENDRY AR PAPARKAN USULAN NAMA UIN SULTAN HAMID II BERBASIS SEJARAH LOKAL

Eka Hendry AR Paparkan Usulan Nama UIN Sultan Hamid II Berbasis Sejarah Lokal

PONTIANAK – Usulan keempat, UIN Sultan Hamid II, disampaikan oleh Eka Hendry AR, S.Ag., S.Pd., M.Si. Berdasarkan materi PowerPoint yang dipaparkan oleh Eka Hendry Ar. mengenai usulan penamaan UIN Sultan Hamid II, terdapat beberapa poin utama yang menjadi dasar pertimbangan pemberian nama tersebut, yaitu:

1. Latar Belakang Sejarah: Sultan Hamid II (Syarif Abdul Hamid Alkadrie) merupakan Sultan Pontianak ke-7 yang memiliki peran penting dalam sejarah nasional. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), Menteri Negara tanpa Portofolio pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS), serta terlibat dalam proses diplomasi menjelang pengakuan kedaulatan Indonesia.

2. Kontribusi terhadap Negara: Salah satu kontribusi penting Sultan Hamid II adalah perannya dalam perancangan lambang negara Garuda Pancasila bersama Mohammad Yamin. Rancangan Garuda Pancasila yang dikaitkan dengan Sultan Hamid II ditetapkan sebagai lambang negara pada 11 Februari 1950.

3. Pertimbangan Penamaan: Usulan penggunaan nama Sultan Hamid II didasarkan pada tiga aspek utama, yaitu pertimbangan sejarah, kebudayaan, dan politik. Nama tersebut dinilai dapat merepresentasikan identitas Kesultanan Pontianak, kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat, serta perpaduan nilai keislaman, kebudayaan, intelektualitas, dan wawasan internasional.

4. Keunggulan dan Keteladanan Tokoh: Sultan Hamid II digambarkan sebagai sosok yang memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman militer, kemampuan diplomasi, serta kiprah dalam pemerintahan dan kebudayaan nasional.

5. Potensi Polemik dan Resistensi: Pemaparan juga mengakui adanya kemungkinan penolakan terhadap usulan penamaan tersebut. Hal ini berkaitan dengan kontroversi sejarah Sultan Hamid II, terutama keterkaitannya dengan Belanda dan tuduhan keterlibatan dalam peristiwa APRA. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman sejarah yang komprehensif dan objektif terhadap perjalanan hidup serta kiprahnya.

6. Keuntungan Penamaan: Pemberian nama UIN Sultan Hamid II dinilai dapat memperkuat identitas dan kebanggaan budaya lokal Kalimantan Barat, mengangkat kembali sejarah Kesultanan Pontianak, serta menghadirkan figur historis yang merepresentasikan perpaduan keislaman, kebudayaan, intelektualitas, dan diplomasi internasional.

Pemaparan ini menegaskan bahwa usulan penamaan UIN Sultan Hamid II tidak sekadar menggunakan nama tokoh sejarah lokal, tetapi juga merupakan upaya membangun identitas kelembagaan yang berakar pada sejarah dan kebudayaan Kalimantan Barat. Meski demikian, berbagai kontroversi sejarah yang melekat pada sosok Sultan Hamid II perlu menjadi bahan kajian dan pertimbangan secara objektif agar keputusan penamaan memiliki landasan akademik, historis, dan sosial yang kuat.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.