Berita,  Kegiatan/Event,  Kunjungan

LPM IAIN PONTIANAK PERKUAT STRATEGI AKREDITASI UNGGUL MELALUI PEMAHAMAN INSTRUMEN LAMGAMA DAN PILAR MUTU APT 4.1

LPM IAIN Pontianak Perkuat Strategi Akreditasi Unggul melalui Pemahaman Instrumen LAMGAMA dan Pilar Mutu APT 4.1

TANJUNGPINANG – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengikuti kegiatan Temu Nasional Presidium Lembaga Penjaminan Mutu PTKI se-Indonesia ke-2, Kamis (15/10/2026), bertempat di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre. Kegiatan yang mengusung tema “PILAR UNGGUL 2026: Decoding the New Quality Era” ini berfokus pada penguatan strategi lembaga penjaminan mutu dalam menghadapi regulasi baru, instrumen akreditasi LAMGAMA, serta percepatan pencapaian akreditasi Unggul.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. As’aril Muhajir, M.Ag., selaku Sekretaris Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA), dan Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., selaku Ketua Presidium Lembaga Penjaminan Mutu PTKIN (PILJAMU).

Pada sesi pertama, Prof. As’aril Muhajir menyampaikan materi tentang kebijakan dan instrumen akreditasi LAMGAMA, meliputi paradigma, kriteria, indikator, bukti kinerja, strategi pemenuhan instrumen, serta titik kritis menuju predikat Unggul. Ia menjelaskan bahwa paradigma akreditasi pendidikan tinggi tidak lagi hanya menekankan pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga efektivitas sistem penjaminan mutu, capaian kinerja, dan dampak nyata penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Salah satu pembahasan utama adalah penerapan empat prinsip penilaian yang dikenal dengan CRAM, yaitu Culture (Budaya Mutu), Relevance (Relevansi), Accountability (Akuntabilitas), dan Mission Differentiation (Diferensiasi Misi). Keempat prinsip tersebut menjadi dasar pengembangan enam kriteria dalam Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 1.0 LAMGAMA, yakni diferensiasi misi, akuntabilitas, budaya mutu, relevansi pendidikan, relevansi penelitian, dan relevansi pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, Prof. As’aril menekankan pentingnya kekhasan pendidikan tinggi keagamaan yang tercermin melalui integrasi ilmu, moderasi beragama, sarana dan prasarana keagamaan, serta visi keilmuan program studi yang memuat substansi keagamaan. Ia juga menjelaskan pentingnya penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) berdasarkan data yang valid, didukung bukti kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan, serta implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui siklus PPEPP secara berkelanjutan.

Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. menyampaikan penguatan materi mengenai Buku Pilar Mutu: Panduan Menjaga dan Mempertahankan Status Akreditasi Unggul serta Menuju Status Akreditasi Unggul bagi Perguruan Tinggi. Panduan yang disusun oleh Tim Presidium Lembaga Penjaminan Mutu PTKIN (PILJAMU) Tahun 2026 tersebut menjadi acuan strategis dalam memahami dan mempersiapkan penerapan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 4.1, yang mencakup empat kriteria utama, 39 indikator penilaian, dan tujuh indikator yang menjadi syarat perlu pencapaian status Unggul.

Dalam materi tersebut, Prof. Budiyono menguraikan tujuh pilar utama penguatan mutu perguruan tinggi, yaitu tata kelola dan kepemimpinan unggul, keunggulan akademik berbasis Outcome-Based Education (OBE), riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak, sumber daya manusia unggul, mahasiswa dan alumni unggul, internasionalisasi, serta budaya mutu berkelanjutan. Ketujuh pilar tersebut menjadi landasan penyusunan peta jalan strategis lima tahunan guna mendukung pencapaian dan keberlanjutan status akreditasi Unggul.

Materi yang disampaikan kedua narasumber memberikan penguatan pemahaman mengenai strategi akreditasi pada tingkat program studi maupun institusi. Bagi LPM IAIN Pontianak, kegiatan ini menjadi referensi penting dalam memperkuat pendampingan akreditasi, meningkatkan kualitas pengelolaan data dan bukti kinerja, serta mengoptimalkan implementasi budaya mutu di seluruh unit kerja.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, LPM IAIN Pontianak diharapkan semakin mampu memperkuat perannya sebagai penggerak penjaminan mutu internal yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Penguatan pemahaman terhadap kebijakan dan instrumen akreditasi tersebut juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta persiapan transformasi IAIN Pontianak menuju Universitas Islam Negeri (UIN) yang unggul dan berdaya saing.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.