LPM Dampingi Simulasi Akreditasi Internal Prodi KPI, Formulir Evaluasi Diri Jadi Fokus Pembenahan
PONTIANAK — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memberikan pendampingan dalam simulasi akreditasi internal Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dekanat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan program studi dalam menghadapi proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).
Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Surat Undangan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Nomor B-1029/In.15/FDKI/HM.01/10/2026 tertanggal 7 Oktober 2026. Dalam kegiatan ini, LPM diwakili oleh Vidya Setyaningrum selaku Koordinator Pusat Pengembangan Standar Mutu (PSM) yang memberikan telaah dan masukan terhadap dokumen serta komponen akreditasi yang telah disiapkan oleh Program Studi KPI.Simulasi dilakukan melalui proses review terhadap dokumen dan komponen akreditasi yang telah disiapkan oleh Program Studi KPI. LPM yang dalam pertemuan ini diwakili oleh Vidya Setyaningrum selaku korpus PSM memberikan telaah dan masukan terhadap kesesuaian dokumen, kelengkapan data dukung, serta substansi evaluasi diri yang menjadi salah satu komponen penting dalam proses akreditasi.
Dari hasil review, salah satu catatan utama yang perlu segera ditindaklanjuti adalah penyesuaian Formulir Evaluasi Diri dari versi 1.0 ke versi 2.0. Penyesuaian tersebut diperlukan agar dokumen evaluasi diri Program Studi KPI selaras dengan instrumen yang akan digunakan pada tahapan akreditasi berikutnya.


LPM menekankan bahwa pembaruan formulir tidak sebatas mengganti format dokumen, tetapi harus diikuti dengan penyempurnaan substansi evaluasi diri. Data yang disajikan perlu diperkuat dengan bukti yang relevan, analisis yang objektif, serta gambaran capaian dan tindak lanjut yang menunjukkan adanya proses peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Hasil simulasi internal ini selanjutnya menjadi bahan penting bagi Program Studi KPI untuk melakukan perbaikan sebelum memasuki simulasi akreditasi eksternal. Dengan adanya review lebih awal, berbagai potensi kekurangan dapat diidentifikasi dan diperbaiki sehingga program studi memiliki waktu yang cukup untuk memastikan kesiapan dokumen maupun substansi.
Pendampingan LPM juga menjadi bentuk komitmen IAIN Pontianak dalam membangun sistem penjaminan mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga mendorong setiap program studi untuk menjadikan evaluasi, perbaikan, dan peningkatan mutu sebagai bagian dari budaya kerja akademik.
Ke depan, Program Studi KPI diharapkan dapat segera menindaklanjuti seluruh hasil review dengan melakukan penyesuaian Formulir Evaluasi Diri versi 2.0, melengkapi data dukung, serta memperkuat analisis capaian dan rencana tindak lanjut. Langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadapi simulasi eksternal dengan kesiapan yang lebih optimal.
Penulis: Mala K.W.
Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.


