Berita,  Kegiatan/Event

LANTIK PEJABAT LPM, REKTOR IAIN PONTIANAK TEKANKAN INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF

Lantik Pejabat LPM, Rektor IAIN Pontianak Tekankan Integritas dan Kepemimpinan Transformatif

PONTIANAK – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan pelantikan sejumlah pimpinan dan pejabat akademik di lingkungan institusi pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Aula A. Rani IAIN Pontianak. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kepemimpinan, pengabdian, serta arah pengembangan IAIN Pontianak menuju perguruan tinggi yang semakin unggul dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, MA., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar proses pergantian maupun pengisian jabatan, melainkan momentum untuk meneguhkan amanah, tanggung jawab, komitmen, dan pengabdian. “Pelantikan pada hari ini bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan. Pelantikan adalah momentum peneguhan amanah, tanggung jawab, komitmen, dan pengabdian,” ujar Rektor.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar posisi atau simbol kewenangan. Setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada manusia dan institusi, tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itu, ia mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk bersama-sama mengambil bagian dalam perjuangan membangun dan memajukan IAIN Pontianak. “Jabatan boleh berbeda, tetapi tujuan kita satu. Tugas boleh berbeda, tetapi pengabdian kita satu. Unit kerja boleh berbeda, tetapi rumah besar kita satu: IAIN Pontianak,” tegasnya.

Rektor menyampaikan bahwa IAIN Pontianak saat ini berada dalam fase penting pengembangan kelembagaan. Institusi tidak boleh hanya berorientasi pada pelaksanaan rutinitas, tetapi harus mampu tumbuh, berkembang, maju, unggul, dan memiliki daya saing. Untuk itu, IAIN Pontianak diarahkan menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul dalam bidang akademik, kuat dalam integritas, maju dalam tata kelola, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dalam konteks kepemimpinan, Rektor menekankan perlunya perubahan dari pola kepemimpinan administratif menuju kepemimpinan transformatif. Perubahan tersebut diwujudkan melalui pergeseran dari rutinitas menuju inovasi, dari bekerja sendiri-sendiri menuju kolaborasi, serta dari birokrasi yang lamban menuju pelayanan yang cepat dan profesional. Ia juga menitipkan lima pesan kepada para pejabat yang dilantik, yaitu menjaga integritas dan keteladanan, membangun kerja sama dan kolaborasi, memberikan pelayanan terbaik, mendorong inovasi dan transformasi digital, serta bekerja dengan orientasi prestasi dan kemajuan institusi.

Pada aspek integritas, Rektor mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi lingkungan kerjanya. “Seorang pemimpin harus menjadi contoh sebelum meminta orang lain menjadi contoh,” ungkapnya. Ia juga mendorong seluruh unsur di lingkungan IAIN Pontianak untuk menghilangkan ego sektoral dan membangun budaya kerja kolaboratif. “Jangan bertanya: ‘Ini tugas siapa?’ Tetapi biasakan bertanya: ‘Apa yang bisa kita lakukan bersama?’ Kita ingin membangun super team, bukan sekadar mengandalkan superman atau superwoman,” katanya.

Dalam hal pelayanan, Rektor menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi salah satu orientasi utama pelayanan institusi. Mahasiswa tidak hanya datang ke kampus untuk memperoleh ijazah, tetapi juga untuk mendapatkan ilmu, pengalaman, karakter, keterampilan, jaringan, dan masa depan. Karena itu, birokrasi kampus harus mampu memberikan pelayanan yang ramah, cepat, mudah, transparan, dan solutif. “Prinsip kita sederhana: Layani dengan hati, bekerja dengan profesionalitas, dan selesaikan dengan tanggung jawab,” tegasnya.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Rektor turut menekankan pentingnya inovasi dan transformasi digital. Menurutnya, perkembangan artificial intelligence (AI), digitalisasi, dan big data telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan. IAIN Pontianak harus menjadi kampus yang melek digital dan adaptif terhadap perkembangan AI, namun tetap berkarakter serta berlandaskan nilai-nilai Islam. “AI boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap berintegritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri (UIN) bukan sekadar perubahan nama. Transformasi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan peradaban akademik, mulai dari sumber daya manusia, pembelajaran, penelitian dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, hingga kualitas layanan. IAIN Pontianak diharapkan dapat berkembang menjadi universitas Islam negeri yang unggul, modern, moderat, ramah, dan memiliki daya saing global.

Rektor juga mengingatkan bahwa proses membangun institusi tidak selalu berjalan mudah. Perbedaan pendapat, kritik, tantangan, maupun keterbatasan merupakan bagian dari perjalanan organisasi. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola menjadi kekuatan dan tidak menjadi sumber perpecahan. “Kita boleh berbeda dalam cara berpikir, tetapi jangan berbeda dalam tujuan. Kita boleh berbeda dalam strategi, tetapi harus sama dalam komitmen. Dan kita boleh berbeda dalam pendapat, tetapi tetap satu dalam persaudaraan dan pengabdian,” tuturnya.

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat ditetapkan dan diangkat untuk mengisi perangkat pada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pontianak. Prof. Dr. Erwin, M.Ag., dipercaya sebagai Ketua LPM, sementara Andina Nurul Wahidah, S.Pd., ditetapkan sebagai Sekretaris LPM. Selanjutnya, Vidya Setyaningrum, S.Pd., M.Pd., ditetapkan sebagai Koordinator Pusat Pengembangan Standar Mutu, Zulkarnain, S.SI., M.Pd., sebagai Koordinator Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Nopitasari, S.Pd.I., M.Pd., sebagai Koordinator Pusat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran, dan Asesmen.

Adapun perangkat penjaminan mutu pada tingkat fakultas diisi oleh Anggita Anggriana, S.H., M.H., sebagai Koordinator Pusat Penjaminan Mutu Fakultas Syari’ah, Alvira Pranata, S.Pd., M.Pd., sebagai Koordinator Pusat Penjaminan Mutu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Suci Atikha, SE.I., M.Ak., sebagai Koordinator Pusat Penjaminan Mutu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Pilga Ayong Sari, S.Kom.I., M.Sos., sebagai Koordinator Pusat Penjaminan Mutu Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Elmansyah, M.Ag., sebagai Koordinator Pusat Penjaminan Mutu Fakultas Ushuluddin dan Adab, serta Dr. Wahab, M.Ag., sebagai Koordinator Pusat Penjaminan Mutu Pascasarjana.

Mengakhiri sambutannya, Rektor mengajak seluruh pejabat yang dilantik menjadikan amanah jabatan sebagai jalan pengabdian dan menghadirkan perubahan nyata bagi institusi dan masyarakat. Ia berharap seluruh pejabat mampu menjadi motor penggerak perubahan dalam mewujudkan IAIN Pontianak yang unggul secara akademik, kuat dalam karakter dan integritas, profesional dalam tata kelola, maju dalam digitalisasi, luas dalam jejaring, serta nyata manfaatnya bagi masyarakat. “Bekerja bersama, bergerak bersama, berprestasi bersama, membangun IAIN Pontianak bersama. IAIN Pontianak maju, unggul, dan bermartabat,” pungkasnya.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.