Berita,  Internasional

BELAJAR DARI KESULTANAN BORNEO, DR. ERWIN MAHRUS BEKALI DAI KALBAR STRATEGI DAKWAH PERBATASAN

Belajar dari Kesultanan Borneo, Dr. Erwin Mahrus Bekali Dai Kalbar Strategi Dakwah Perbatasan

BRUNEI – Kegiatan Upgrading Dai yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Muslimin Indonesia Kalimantan Barat berlangsung khidmat dan penuh antusias di Aula Kantor Bupati pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 85 dai yang berasal dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat sebagai bagian dari penguatan kapasitas dakwah dan pembinaan kader mubalig daerah.

Dalam kegiatan tersebut, tampil sebagai narasumber utama Dr. Erwin Mahrus yang juga dikenal sebagai Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pontianak. Mengangkat tema “Belajar dari Kesultanan Borneo: Strategi Dakwah dalam Menjaga Kedaulatan di Daerah Perbatasan”, Dr. Erwin menyampaikan pentingnya membaca kembali sejarah dakwah Nusantara, khususnya pengalaman kesultanan-kesultanan Islam di Borneo dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus menjaga identitas kebangsaan di kawasan perbatasan.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa dakwah di wilayah perbatasan tidak cukup hanya berorientasi pada ceramah keagamaan semata, tetapi juga harus mampu menjadi kekuatan sosial yang memperkuat ketahanan budaya, pendidikan, dan persatuan masyarakat. Menurutnya, para ulama dan tokoh dakwah pada masa kesultanan dahulu berhasil menempatkan dakwah sebagai instrumen peradaban yang dekat dengan masyarakat, adaptif terhadap budaya lokal, dan tetap kokoh menjaga nilai-nilai Islam.

“Kesultanan-kesultanan di Borneo memberikan pelajaran penting bahwa dakwah yang berhasil adalah dakwah yang merangkul masyarakat, memahami karakter lokal, dan hadir sebagai penjaga moral sekaligus penjaga kedaulatan sosial di wilayah perbatasan,” ungkap Dr. Erwin di hadapan peserta.

Kegiatan upgrading ini bertujuan memberikan dasar pengetahuan dan penguatan wawasan strategis bagi para dai agar mampu menghadapi tantangan dakwah kontemporer, khususnya di daerah perbatasan dan wilayah dengan keragaman sosial budaya yang tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dai dalam menyampaikan dakwah yang moderat, berorientasi pada penguatan persatuan umat, serta responsif terhadap perkembangan masyarakat dan tantangan era digital.

Suasana kegiatan berlangsung dialogis dan hangat. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi, terutama ketika membahas tantangan dakwah di daerah pedalaman, kawasan pesisir, hingga wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kehadiran Dr. Erwin sebagai akademisi sekaligus aktivis organisasi dakwah dinilai mampu menghadirkan perspektif yang ilmiah, historis, namun tetap membumi dan mudah dipahami para peserta.

Melalui kegiatan ini, Parmusi Kalimantan Barat berharap lahir dai-dai yang tidak hanya kuat dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, sensitivitas sosial, dan kemampuan membangun harmoni masyarakat di tengah dinamika wilayah Kalimantan Barat yang beragam.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.