Berita,  Kegiatan/Event

PB PII GELAR ADVANCE LEADERSHIP TRAINING NASIONAL DI PONTIANAK, DR. ERWIN MAHRUS KUPAS EVOLUSI PEMIKIRAN ISLAM

PB PII Gelar Advance Leadership Training Nasional di Pontianak, Dr. Erwin Mahrus Kupas Evolusi Pemikiran Islam

PONTIANAK – Kegiatan Advance Leadership Training yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia berlangsung semarak di Gedung Yayasan Quran Sajadah Fajar (Yaqurfa) Pontianak. Kegiatan berskala nasional tersebut dilaksanakan selama sepekan, mulai 9 hingga 15 Mei 2026, dengan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah.

Pelatihan kepemimpinan ini menjadi ruang penguatan intelektual dan kaderisasi bagi para peserta yang berasal dari beragam latar daerah. Selain membangun jejaring nasional antarkader, kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, wawasan keislaman, serta kemampuan membaca tantangan zaman secara kritis dan konstruktif.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta ialah pemaparan materi Studi Perbandingan Pemikiran Islam yang disampaikan oleh Dr. Erwin Mahrus, yang juga merupakan Sekretaris LPM IAIN Pontianak. Dalam penyampaiannya, Dr. Erwin mengajak peserta memahami dinamika perkembangan pemikiran Islam dari masa klasik, pertengahan, hingga modern. Beliau menjelaskan bahwa perkembangan pemikiran Islam selalu lahir dari dialog antara wahyu, akal, dan realitas sosial.

Menurutnya, sejarah Islam menunjukkan bahwa kemajuan peradaban lahir ketika tradisi ilmu pengetahuan tumbuh kuat di tengah masyarakat. Dalam materinya, Dr. Erwin memaparkan bagaimana masa klasik Islam menjadi era kejayaan ilmu pengetahuan dengan berkembangnya filsafat, kedokteran, astronomi, fikih, dan sastra. Beliau juga menyoroti faktor-faktor kemunduran intelektual Islam pada masa pertengahan, mulai dari konflik politik, stagnasi pemikiran, hingga melemahnya semangat penelitian.

Tidak hanya membahas sejarah, Dr. Erwin turut menekankan pentingnya membangun cara berpikir Islam yang terbuka, rasional, dan tetap berbasis wahyu dalam menghadapi modernitas. Beliau menjelaskan bahwa kebangkitan pemikiran Islam modern bertumpu pada pendidikan, pembaharuan, rasionalitas,dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Dalam suasana yang hangat dan dialogis, peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan terkait tantangan pemikiran Islam di era digital, relasi agama dan modernitas, hingga posisi generasi muda Muslim dalam membangun peradaban masa depan. Dr. Erwin juga menegaskan bahwa generasi muda Islam perlu menjaga tradisi intelektual sekaligus memiliki moralitas dan tanggung jawab sosial yang kuat. “Peradaban besar lahir dari ilmu pengetahuan dan pemikiran yang terbuka,” kutip Dr. Erwin menutup pemaparannya.

Melalui kegiatan ini, PB PII berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan organisasi, tetapi juga wawasan intelektual, kepekaan sosial, dan semangat pembaharuan dalam menghadapi tantangan umat dan bangsa di masa mendatang.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.