CEGAH TEMUAN BERULANG, LPM IAIN PONTIANAK PERCEPAT TINDAK LANJUT HASIL AUDIT ISO 9001:2015 DAN ISO 21001:2018
Cegah Temuan Berulang, LPM IAIN Pontianak Percepat Tindak Lanjut Hasil Audit ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018
PONTIANAK – Menindaklanjuti kegiatan Surveillance Audit ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 yang telah dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025 di Aula A. Rani IAIN Pontianak, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali menyelenggarakan Rapat Tindak Lanjut Hasil Audit ISO pada Rabu, 10 Desember 2025. Kegiatan digelar di Ruang Rapat LPM, Lantai 2 Gedung Rektorat IAIN Pontianak. Agenda rapat berfokus pada dua hal utama, yaitu penentuan PIC serta pembahasan tindak lanjut hasil temuan audit.
Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat internal LPM, di antaranya Prof. Dr. M. Edi Kurnanto, M.Pd (Ketua LPM), Dr. Erwin, M.Ag (Sekretaris LPM), Drs. Mansur, M.Pd (Kapus PKPA), Andina Nurul Wahidah, M.Pd (Koordinator Pusat APM), Ajeng Vashqie Varaulizza, M.M (Pranata Komputer Ahli Muda), Hendrick Pramana, S.T., M.T (Fungsional PTP Ahli Muda), serta para Koordinator Pusat Penjaminan Mutu Fakultas, seperti Hani Meilita Purnama Subardi, S.E., M.Ak (Korpus FEBI) dan Anggita Anggriana, S.H., M.H (Korpus Fasya). Hadir pula beberapa Penata Layanan Operasional LPM lainnya.
Rapat dibuka oleh Sekretaris LPM, Dr. Erwin, M.Ag, yang menegaskan pentingnya percepatan tindak lanjut atas setiap temuan auditor. Beliau menyampaikan bahwa seluruh poin temuan harus segera ditindaklanjuti dan disosialisasikan ke seluruh unit kerja di lingkungan IAIN Pontianak.
Dr. Erwin menambahkan bahwa rapat ini merupakan bagian dari proses memilah dan memetakan (mapping) seluruh temuan audit, baik kategori major maupun minor, agar penanganannya lebih terarah.
Selanjutnya, rapat dipimpin oleh Ketua LPM, Prof. Dr. M. Edi Kurnanto, M.Pd. Dalam arahannya, Prof. Edi menekankan bahwa tindak lanjut ini merupakan kesempatan penting untuk mempelajari setiap temuan, memastikan ketepatan langkah penyelesaian, serta menentukan PIC, strategi, dan solusi yang tepat pada setiap poin temuan. Beliau juga mengingatkan bahwa proses closing terhadap setiap temuan adalah hal yang krusial, terutama untuk mencegah terjadinya temuan berulang.
Menurutnya, jika temuan major berulang kembali, hal tersebut dapat berkonsekuensi serius, termasuk pencabutan sertifikat ISO yang saat ini dimiliki oleh IAIN Pontianak.
Rapat ini menjadi momentum penting bagi LPM dan seluruh unit kerja untuk memperkuat budaya mutu, memastikan kesesuaian dengan standar internasional, serta menjaga keberlanjutan sertifikasi ISO di lingkungan IAIN Pontianak.
Penulis: Mala K.W.
Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.
Bagikan:
Archives
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- March 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- July 2021
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- May 2020
- April 2020
- February 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- May 2019
- April 2019
- December 2005

INFORMASI BAN-PT
- Post Terbaru
Postingan Lainnya
You May Also Like
SUKSESKAN AMI, 41 AUDITOR SIAP MENGAUDIT
11 November 2022
PARTISIPASI LPM IAIN PONTIANAK DALAM NGOBROL PINTAR PENJAMINAN MUTU YANG KE 24 DALAM MENYONGSONG APT UNGGUL
21 March 2024



