Berita,  Kegiatan/Event

DR. ERWIN MAHRUS UNGKAP JEJAK INTELEKTUAL IMAM H. MUHAMMAD JABIR DALAM BEDAH BUKU DI PONTIANAK

Dr. Erwin Mahrus Ungkap Jejak Intelektual Imam H. Muhammad Jabir dalam Bedah Buku di Pontianak

PONTIANAK – Sosok ulama besar Sambas, Imam H. Muhammad Jabir (1872–1947), kembali dihadirkan ke ruang publik melalui kegiatan Bedah Buku Jejak Sang Imam yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di halaman depan Dinas Perpustakaan Provinsi dan dihadiri berbagai kalangan lintas profesi dan generasi.

Figur sentral dalam kegiatan ini adalah Dr. Erwin Mahrus, M.Ag., dosen Sejarah Pendidikan Pascasarjana IAIN Pontianak, yang tampil sebagai pemateri utama sekaligus penulis buku Jejak Sang Imam. Melalui paparannya, Dr. Erwin mengajak peserta menelusuri perjalanan hidup, pemikiran, dan keteladanan Imam H. Muhammad Jabir secara utuh dan kontekstual.

Peserta bedah buku berasal dari kalangan guru sejarah SMA, kepala dinas perpustakaan se-Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, pegiat literasi, mahasiswa, masyarakat umum, serta keluarga besar Imam Muhammad Jabir Sambas. Kehadiran berbagai elemen ini menjadikan kegiatan tidak hanya bernuansa akademik, tetapi juga sarat dengan nilai kultural dan emosional.

Dalam pemaparannya, Dr. Erwin Mahrus menguraikan latar belakang keluarga Imam H. Muhammad Jabir yang lahir dari lingkungan ulama. Ayahnya, Muhammad Arif, dikenal sebagai maharaja imam, sebutan bagi pejabat qadi dan mufti di Kesultanan Sambas. Dari ayahnya pula Jabir mendapatkan pendidikan awal keagamaan sebelum melanjutkan studi ke Tanah Suci Makkah. “Di Makkah, Imam Muhammad Jabir berguru kepada ulama Melayu dan Arab, membentuk fondasi keilmuan yang kuat dan berjejaring luas,” jelas Dr. Erwin. Bekal pendidikan ini kemudian mewarnai kiprah intelektual dan sosial Jabir ketika kembali ke tanah air.

Dr. Erwin juga menyoroti karya-karya penting Imam Muhammad Jabir. Salah satunya adalah Risalat al-Hajj, kitab panduan ibadah haji yang dicetak dan diterbitkan berulang kali di Singapura, menandakan luasnya penerimaan karya tersebut. Selain itu, Jabir juga menulis risalah tentang penyelenggaraan fardhu kifayah yang hingga kini masih berupa manuskrip, serta meninggalkan catatan harian yang merekam peristiwa penting di Kesultanan Sambas hingga dinamika dunia internasional pada masanya.

Di bidang pendidikan, Imam Muhammad Jabir tercatat sebagai Kepala Madrasah al-Sultaniyah, madrasah tertua di Kalimantan Barat. Sementara dalam pemerintahan Kesultanan Sambas, kariernya diawali sebagai khatib kerajaan sebelum kemudian menjabat imam, posisi tertinggi kedua setelah maharaja imam.

Menurut Dr. Erwin, Imam Muhammad Jabir dikenal sebagai sosok yang penyayang namun tegas dalam prinsip. Ketegasan inilah yang menjadikannya sempat menjadi target penyungkupan pada masa pendudukan Jepang (1942–1945). Namun upaya tersebut gagal karena integritas dan kewibawaan beliau di mata pemerintahan pendudukan saat itu.

Imam H. Muhammad Jabir wafat karena usia lanjut dan dimakamkan di Sambas. Meski demikian, jasa dan karya-karyanya tetap hidup dan dikenang hingga kini. “Melalui buku ini, saya ingin menghadirkan kembali sosok Jabir sebagai ulama, pendidik, dan negarawan yang utuh,” ujar Dr. Erwin.

Kegiatan bedah buku dipandu oleh Dwi Cahyo Prasetyo, akademisi Universitas Muhammadiyah Pontianak, dengan pembedah Ahmad Sofyan, pegiat literasi Pontianak. Dikemas dalam format talk show, acara berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para peserta, menandai tingginya minat publik terhadap sejarah dan tokoh lokal Kalimantan Barat.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.

Bagikan:

November 2025
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

INFORMASI BAN-PT

Postingan Lainnya

Surat Penyerta Perpanjangan Akreditasi Hasil PEPA pada SAPTO 1.0 dan Masa Berlaku Sertifikat Akreditasi Pertama dan Perpanjangan Sementara untuk Reakreditasi pada SAPTO 2.0

SURAT EDARAN Nomor: 438/BAN-PT/LL/2026 TENTANG Surat Penyerta Perpanjangan Akreditasi Hasil PEPA pada SAPTO 1.0 dan Masa Berlaku Sertifikat Akreditasi Pertama…

Revisi Terhadap Cakupan Akreditasi Program Studi Untuk Periode Pembahasan Desember 2025

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR DEWAN EKSEKUTIF BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI NOMOR 006/BAN-PT/SK/XII/2025 TENTANG REVISI TERHADAP CAKUPAN AKREDITASI PROGRAM STUDI UNTUK…

Percepatan Penuntasan Sisa Ajuan Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi di SAPTO 1.0

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia Di Tempat Penelusuran data sisa ajuan reakreditasi PT (Perguruan Tinggi) di sistem SAPTO lama (kode…