Berita,  Kegiatan/Event

PENUTUPAN KEGIATAN PERSIAPAN ALIH BENTUK IAIN PONTIANAK MENJADI UIN, LPM TEKANKAN TINDAK LANJUT HASIL FORUM

Penutupan Kegiatan Persiapan Alih Bentuk IAIN Pontianak Menjadi UIN, LPM Tekankan Tindak Lanjut Hasil Forum

PONTIANAK – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pontianak memperkuat persiapan alih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Pontianak melalui rangkaian kegiatan akademik dan kelembagaan yang dilaksanakan pada 28–29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merumuskan arah pengembangan universitas yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pontianak bertindak sebagai pelaksana kegiatan yang mencakup Forum Akademik Penetapan Nama UIN Pontianak, Seminar Paradigma Keilmuan UIN, Envisioning UIN Pontianak: Visi, Misi, dan Arah Pengembangan, serta Sayembara Desain Logo UIN Pontianak.

Dalam laporan pada acara penutupan, 29 Oktober 2026, Ketua LPM IAIN Pontianak, Prof. Dr. Erwin, M.Ag., menyampaikan bahwa alih bentuk perguruan tinggi tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan administratif kelembagaan. Lebih dari itu, transformasi tersebut merupakan upaya memperluas kontribusi pendidikan tinggi Islam, meningkatkan mutu akademik, dan menyiapkan masa depan institusi yang lebih kuat.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Drs. H. M. Sirozi, M.A., Ph.D. dan Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si. sebagai narasumber. Pemikiran dan pengalaman kedua narasumber diharapkan dapat memperkaya perspektif institusi dalam merumuskan fondasi keilmuan, integrasi ilmu, serta arah pengembangan universitas Islam negeri.

Empat agenda yang dilaksanakan memiliki keterkaitan satu sama lain. Forum penetapan nama diarahkan untuk memperkuat identitas institusi, seminar paradigma keilmuan membahas fondasi intelektual universitas, envisioning merumuskan arah masa depan, sedangkan sayembara desain logo menjadi upaya menerjemahkan identitas dan cita-cita universitas ke dalam simbol visual.

Prof. Erwin menegaskan bahwa pekerjaan tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan ditutup. LPM bersama unsur terkait perlu mengonsolidasikan berbagai gagasan, masukan, rekomendasi, dan hasil diskusi agar dapat diolah menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam proses alih bentuk.

Menurutnya, hasil kegiatan harus menghasilkan rumusan yang jelas, prioritas yang teridentifikasi, serta rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. Dengan demikian, gagasan yang dihimpun tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengambilan keputusan institusi.

Alih bentuk IAIN Pontianak menjadi UIN Pontianak diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, mengembangkan integrasi keilmuan, dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.

Melalui kerja bersama dan komitmen seluruh sivitas akademika serta pemangku kepentingan, persiapan transformasi ini diharapkan dapat mengantarkan IAIN Pontianak menuju universitas Islam negeri yang unggul, berintegritas, berdaya saing, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.