Berita,  Kegiatan/Event

PROF. MUHAMMAD SIROZI TEKANKAN PENTINGNYA INTEGRASI KEILMUAN DALAM TRANSFORMASI IAIN PONTIANAK MENUJU UIN

Prof. Muhammad Sirozi Tekankan Pentingnya Integrasi Keilmuan dalam Transformasi IAIN Pontianak Menuju UIN

PONTIANAK – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar rangkaian kegiatan persiapan alih bentuk IAIN Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada 28–29 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Orchard, Jalan Gajah Mada, Pontianak, menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Muhammad Sirozi, M.A., Ph.D. dan Prof. Dr. Abd. Mujib, M.Ag., M.Si.

Dalam salah satu sesi, Prof. Dr. Muhammad Sirozi, M.A., Ph.D., Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang sekaligus Ketua Majelis Akreditasi LAMGAMA, memaparkan materi bertajuk “Urgensi Paradigma Ilmu dalam Transformasi IAIN Pontianak Menjadi UIN Pontianak”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa transformasi IAIN menjadi UIN tidak cukup dimaknai sebagai perubahan status kelembagaan, struktur organisasi, maupun penambahan fakultas dan program studi. Perubahan tersebut harus disertai pembaruan paradigma keilmuan yang mencakup cara pandang terhadap hakikat ilmu, sumber pengetahuan, metodologi ilmiah, serta orientasi pengembangan ilmu bagi kemaslahatan masyarakat.

Salah satu aspek penting yang disoroti adalah perlunya mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Menurut pemaparan tersebut, UIN Pontianak perlu membangun integrasi keilmuan secara harmonis dan dialogis dengan memadukan wahyu, akal, pengalaman empiris, serta nilai-nilai etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, ilmu agama dan ilmu modern tidak ditempatkan secara terpisah, tetapi saling melengkapi dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan.

Pengembangan paradigma keilmuan tersebut perlu berlandaskan empat prinsip utama, yaitu tauhid dan nilai-nilai Islam, integrasi ilmu, orientasi pada kemanfaatan, serta sikap inklusif dan moderat. Keempat prinsip ini diharapkan menjadi landasan bagi UIN Pontianak dalam menghasilkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial.

Lebih lanjut, Pontianak dan Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi besar sebagai laboratorium pengembangan keilmuan. Keberagaman budaya, kearifan lokal, potensi alam, serta karakteristik masyarakat perbatasan dapat menjadi sumber dan objek penelitian yang strategis. Berbagai isu, seperti lingkungan, ekoteologi, budaya lokal, masyarakat perbatasan, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan, dapat dikembangkan sebagai bidang kajian yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Dalam konteks tersebut, UIN Pontianak diharapkan mampu memperkuat riset multidisipliner dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap persoalan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, literasi, layanan sosial, dan berbagai program pengabdian berbasis kemaslahatan.

Transformasi kelembagaan juga membutuhkan strategi pengembangan yang menyeluruh. Beberapa aspek yang perlu diperkuat meliputi tata kelola perguruan tinggi, kualitas sumber daya manusia, pengembangan kurikulum integratif, peningkatan kualitas riset dan inovasi, serta perluasan kemitraan dengan pemerintah, industri, komunitas lokal, dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Sebagai arah pengembangan jangka menengah, pemaparan tersebut turut menguraikan peta jalan transformasi akademik 2027–2030. Pengembangan dirancang secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi kelembagaan dan akademik, akselerasi kualitas serta daya saing, hingga pencapaian universitas unggul yang diakui secara nasional dan internasional. Pelaksanaannya perlu disertai indikator kinerja yang terukur, monitoring, evaluasi, serta mitigasi berbagai risiko, terutama yang berkaitan dengan akademik, pendanaan, sumber daya manusia, dan tata kelola.

Pemaparan ini memberikan penegasan bahwa keberhasilan transformasi IAIN Pontianak menjadi UIN tidak hanya ditentukan oleh perubahan bentuk kelembagaan, tetapi juga oleh kekuatan paradigma keilmuan yang menjadi landasan pengembangannya. Integrasi ilmu agama dan ilmu umum, penguatan riset berbasis potensi lokal Kalimantan Barat, serta pendidikan yang berorientasi pada kemaslahatan menjadi fondasi penting dalam membangun arah akademik universitas.

Melalui penguatan paradigma tersebut, UIN Pontianak diharapkan dapat berkembang menjadi pusat keunggulan integrasi ilmu yang berdaya saing global, tetap berakar pada nilai-nilai Islam dan kearifan lokal, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.