Berita,  Kegiatan/Event

WORKSHOP MANUSKRIP BORNEO BATCH 2: DR. ERWIN MAHRUS PERKUAT LITERASI ARAB MELAYU GENERASI MUDA KALIMANTAN BARAT

Workshop Manuskrip Borneo Batch 2: Dr. Erwin Mahrus Perkuat Literasi Arab Melayu Generasi Muda Kalimantan Barat

PONTIANAK – Komitmen pelestarian warisan intelektual Melayu Borneo kembali diperlihatkan melalui pelaksanaan Workshop Literasi Membaca Manuskrip Borneo Batch 2 yang berlangsung pada 30 April hingga 4 Mei 2026 di IAIN Pontianak. Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Pusaka Dunia Melayu ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat tradisi aksara Arab Melayu yang pernah berkembang luas di Kalimantan Barat.

Workshop dengan total 30 jam pelajaran tersebut diikuti oleh 28 mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Selama lima hari, para peserta mendapatkan pembelajaran intensif mengenai dasar-dasar membaca dan menulis Arab Melayu, sebuah kemampuan yang kini mulai jarang dikuasai generasi muda.

Di balik kegiatan ini, Erwin Mahrus yang juga merupakan Sekretaris LPM IAIN Pontianak menjadi penggagas yang memberi arah sekaligus ruh intelektual pada workshop. Sebagai Ketua Pengurus Yayasan Pusaka Dunia Melayu, Dr. Erwin dikenal aktif mendorong penguatan literasi manuskrip dan pelestarian naskah-naskah lama Borneo. Melalui pendekatan yang sederhana namun mendalam, ia mengajak peserta memahami manuskrip bukan hanya sebagai dokumen kuno, melainkan sebagai rekaman pemikiran dan identitas masyarakat Melayu masa lampau.

Materi yang disampaikan dalam workshop disusun secara bertahap agar mudah dipahami peserta pemula. Mulai dari pengenalan sejarah Arab Melayu, pembelajaran huruf-huruf dasar dan huruf saksi (vokal), latihan menulis dua hingga tiga suku kata, sampai pada praktik membaca ejaan tradisional yang umum ditemukan dalam manuskrip klasik. Pada sesi lanjutan, peserta juga diperkenalkan dengan manuskrip karya ulama Borneo, khususnya dari Kalimantan Barat, yang selama ini menjadi bagian penting dari khazanah keilmuan Islam di kawasan ini.

Menurut Dr. Erwin, kemampuan membaca Arab Melayu memiliki nilai strategis dalam membuka kembali akses terhadap sumber-sumber pengetahuan lokal yang tersimpan dalam manuskrip. Banyak catatan sejarah, ajaran keagamaan, hingga petuah sosial budaya masyarakat terdahulu yang masih tersimpan dalam tulisan Arab Melayu dan belum banyak disentuh generasi sekarang.

Melalui Batch 2 ini, Yayasan Pusaka Dunia Melayu kembali menunjukkan perannya sebagai komunitas budaya yang konsisten bergerak dalam pelestarian manuskrip dan tradisi literasi Borneo. Tidak hanya fokus pada dokumentasi naskah, yayasan ini juga aktif membangun ruang edukasi publik agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan dapat diwariskan lintas generasi.

Suasana workshop berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif berdiskusi, mencoba membaca lembar demi lembar teks lama, hingga berlatih menulis dengan pola ejaan tradisional. Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi pertemuan pertama mereka dengan manuskrip asli warisan ulama Kalimantan Barat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui ruang-ruang besar dan formal, tetapi juga dapat tumbuh melalui proses belajar yang sederhana, dekat, dan menyentuh generasi muda secara langsung. Bersama Erwin Mahrus dan Yayasan Pusaka Dunia Melayu, tradisi Arab Melayu perlahan kembali menemukan ruang hidupnya di tengah masyarakat Kalimantan Barat masa kini.

Penulis: Mala K.W.

Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.