Temu Nasional PTKIN 2026: LPM IAIN Pontianak Dorong Sinkronisasi Standar Mutu Nasional
PADANG – Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Prof. Dr. M. Edi Kurnanto, M.Pd., berkesempatan menghadiri Kegiatan Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKIN yang mengusung tema “Sinkronisasi dan Penyusunan Dokumen SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025” yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Kegiatan ini merujuk pada Surat Undangan (Nomor: 02/PILJAMU/II/2026) yang diterbitkan pada tanggal 23 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dari tanggal 27 hingga 30 April 2026, bertempat di Hotel Truntum Jl. Gereja No. 34, Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.
Temu nasional ini diikuti oleh perwakilan dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antar Lembaga Penjaminan Mutu, sekaligus menyelaraskan kebijakan dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan PTKIN.
Pada hari pertama, Senin (27/4/2026), kegiatan diawali dengan Opening Ceremony Forum Penjaminan Mutu PTKIN. Acara tersebut diisi dengan laporan Ketua Panitia yang juga Ketua LPM UIN Imam Bonjol, Dr. Herawati, M.Pd., sambutan Ketua Presidium Forum LPM PTKIN Prof. Dr. Budiono Saputro, M.Pd., serta welcoming speech dari Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd.





Sementara itu, keynote speech disampaikan oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. selaku Direktur Diktis. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya Forum LPM PTKIN sebagai penghubung komunikasi antara PTKIN dengan Pendis, khususnya dalam penguatan tata kelola penjaminan mutu. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya integrasi keilmuan di PTKIN sebagai pembeda dengan perguruan tinggi umum, serta komitmen Pendis dalam memfasilitasi komunikasi terkait migrasi pengelolaan Beban Kinerja Dosen (BKD) ke aplikasi Sister.
Pada sesi berikutnya, Ketua Presidium Forum LPM PTKIN, Prof. Dr. Budiono Saputro, M.Pd., menegaskan bahwa LPM harus ditempatkan sebagai garda terdepan dalam memastikan kualitas tata kelola perguruan tinggi. beliau juga menekankan pentingnya menjadikan SPMI sebagai acuan utama dalam mencapai akreditasi unggul, memastikan siklus PPEPP berjalan secara konsisten, serta menjadikan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 sebagai dasar dalam penyusunan standar mutu yang terintegrasi dengan standar nasional BAN/LAM, Akreditasi Internasional, dan ISO.
Memasuki hari kedua, Selasa (28/4/2026), kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyusunan perangkat SPMI. Para peserta dibagi ke dalam tiga komisi, yaitu Komisi Standar Pendidikan, Komisi Standar Penelitian, dan Komisi Standar Pengabdian kepada Masyarakat. Setiap komisi bekerja secara intensif dengan arahan tim presidium guna menghasilkan rumusan standar yang komprehensif, adaptif, dan selaras dengan kebijakan nasional.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan LPM IAIN Pontianak dapat mengadopsi praktik terbaik serta memperkuat implementasi SPMI di tingkat institusi. Selain itu, forum ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kolaborasi antar PTKIN dalam mewujudkan budaya mutu yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Penulis: Mala K.W.
Editor: Ajeng V.V. & Ibnu Q.R.


