Berita,  Kegiatan/Event

SERVER ALAMI SERANGAN SIBER, PTID IAIN PONTIANAK BAHAS MITIGASI SAAT AUDIT SURVEILLANCE ISO 2025

Server Alami Serangan Siber, PTID IAIN Pontianak Bahas Mitigasi Saat Audit Surveillance ISO 2025

PONTIANAK – 26 November 2025, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali melaksanakan Audit Surveillance ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 sebagai upaya memastikan kualitas tata kelola dan layanan akademik tetap sesuai standar internasional. Pada sesi audit kali ini, fokus pemeriksaan tertuju pada PTID IAIN Pontianak, dengan auditor eksternal Mr. Lentera Sukma Mahardika, S.I.P., M.A. Audit dilaksanakan di Ruang PTID Lantai 3 Gedung Rektorat, pada Kamis, 26 November 2025.

Server IAIN Pontianak saat ini tengah menghadapi ancaman serius setelah mengalami berbagai serangan siber, mulai dari upaya peretasan, serangan Distributed Denial of Service (DDoS), hingga masuknya trafik ilegal seperti broforce dan situs slot gacor yang membebani infrastruktur jaringan. Situasi ini menjadi masalah utama bagi PTID karena berdampak langsung pada stabilitas layanan digital kampus. Kondisi tersebut menunjukkan betapa rentannya sistem ketika tidak dilindungi teknologi keamanan yang memadai, sehingga ancaman dapat masuk dan mengganggu operasional kampus secara menyeluruh.

Untuk merespons hal ini, PTID menegaskan pentingnya penggunaan Firewall dan Web Application Firewall (WAF) sebagai bentuk mitigasi. Namun, proses penyaringan firewall saat ini masih dilakukan secara manual oleh tim PTID, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Dr. Imorn Muttaqin menyampaikan bahwa sebagai langkah darurat, backup data telah dipindahkan sementara ke server UIN Sumatra Utara Medan sampai server IAIN Pontianak kembali normal. Beliau juga memastikan bahwa PTID sudah menganggarkan biaya untuk penyediaan security server yang lebih profesional agar insiden serupa tidak terulang.

Selain penguatan infrastruktur, PTID juga menilai perlu adanya pembenahan dari sisi tata kelola. Mr. Lentera menekankan pentingnya penyusunan SOP penanganan keluhan jaringan dengan tiga kategori prioritas ringan, sedang, dan berat agar laporan gangguan dapat ditangani secara sistematis. Ia juga menyoroti urgensi penerapan SOP Exit Clearance untuk memastikan bahwa setiap pengguna yang berhenti atau selesai masa tugas meninggalkan sistem dengan aman, termasuk pencabutan hak akses, verifikasi dokumen, dan pengendalian aset digital. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah risiko kebocoran, penyalahgunaan, maupun kerusakan data, mengingat seluruh informasi digital kampus tersimpan dalam server yang kini menjadi target serangan.

Penulis: Ibnu Q.R.

Editor: Mala K.W.

Bagikan:

November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

INFORMASI BAN-PT

Postingan Lainnya

MATANGKAN PERSIAPAN RAKER, KETUA LPM PIMPIN FINALISASI RENSTRA IAIN PONTIANAK 2025–2029

MATANGKAN PERSIAPAN RAKER, KETUA LPM PIMPIN FINALISASI RENSTRA IAIN PONTIANAK 2025–2029

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menghadiri kegiatan Finalisasi Draft Rencana Strategis (Renstra) IAIN Pontianak Tahun…

KETUA LPM TEKANKAN KETERUKURAN CPL–CPMK DALAM BIMTEK KURIKULUM SI-SAKUR

KETUA LPM TEKANKAN KETERUKURAN CPL–CPMK DALAM BIMTEK KURIKULUM SI-SAKUR

Mengawali tahun 2026, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum pada…

Ketentuan Proses Usulan Akreditasi dan Penerbitan Sertifikat Akreditasi oleh BAN-PT

TENTANG Ketentuan Proses Usulan Akreditasi dan Penerbitan Sertifikat Akreditasi oleh BAN-PT Dalam rangka penegasan ketentuan pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PT, khususnya…