KOMITMEN PENINGKATAN MUTU, LPM UTUS PERWAKILAN PELATIHAN ISO

Bicara mutu sebenarnya bukanlah tugas LPM semata, melainkan tugas semua unsur di perguran tinggi. Akan tetapi, LPM lah yang diamanahi oleh institusi untuk mengomandani kerja-kerja mutu di perguruan tinggi. Karena itu, peningkatan mutu menjadi suatu kemestian untuk terus diupayakan oleh perguruan tinggi, termasuk IAIN Pontianak.

Untuk sebuah komitmen peningkatan mutu, baru-baru ini (tgl 14 Mei 2020) LPM mengutus perwakilannya mengikuti pelatihan ISO secara online (via Webinar). Dimana kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan atau gelombang, dengan pesertanya terdiri berbagai utusan instansi, lembaga dan perguruan tinggi nasional. Untuk gelombang pertama yang dilaksanakan hari Kamis pagi hingga menjelang tengah hari, LPM mengutus Sekretaris lembaga untuk mengikuti pelatihan tersebut. Sementara gelombang kedua Kamis siang hingga sore, LPM mengutus Kapus Audit dan Pengendalian Mutu untuk mengikutinya.

 

 

Perlu juga diketahui, bahwa sebelum sesi Webinar ini, IAIN Pontianak juga telah mengutus Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. M. Edi Kurnanto, M.Pd untuk mengikuti Pelatihan Optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu dengan Menerapkan ISO 210001:2018 Educational Organizations Manajement System. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 9-10 Maret 2020 di Hotel Luminor Surabaya. Kegiatan ini sebagai persiapan dalam menyongsong IAIN Pontianak dalam penerapan ISO 210001:2018, yang dicanangkan sejak awal tahun 2020 ini. Walaupun terkendala dengan situasi saat ini dengan pandemic Covid19, Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA tetap berkeyakinan bahwa program ini bisa diselesaikan di akhir tahun ini.

Sebagaimana dimaklumi, bahwa ISO (International Organization of Standarization) merupakan standar pengelolan sistem dan managemen organisasi yang diakui kualitasnya di tingkat dunia (internasional). Karena itu, ISO sangat mendukung bagi proses penjaminan mutu (quality assurance) bahkan keberlanjutan peningkatannya (continous quality improvement). Dengan mengusung tema “Webinar Mutu Pendidikan Tinggi dengan Pengembangan Penjaminan Mutu berbasis ISO 21001: 2018 Menghadapi Kampus Merdeka”, pelatihan ini menjadi kegiatan yang penting dan sangat menarik diikuti.

 

Melalui Webinar ini semua peserta dibimbing untuk memahami standar pengelolaan sistem dan managemen perguruan tinggi  yang sesungguhnya sangat sejalan dengan apa yang selama ini dikembangkan dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau Akreditas. ISO adalah standar pengelolaan sistem dan managemen yang diakui dunia internasional, dan pada prinsipnya sangat mendukung (sejalan dengan) pencapaian mutu dalam SPMI dan SPME. Bedanya, SPMI dan SPME melahirkan peringkat mutu yang kita kenal dengan akreditasi, sedangkan ISO hanya melakukan sertifikasi saja terkait mutu sistem dan managemen pengelolaan sebuah lembaga atau perguruan tinggi.

“Kalau BAN PT itu mengeluarkan Transkrif nilai, maka ISO lah yang memberikan Ijazahnya. Jika proses Akreditasi BAN PT menilai setiap dokumen pengelolaan organisasi dan kelembagaan, maka ISO membantu menyiapkan dokumen sistem pengelolaan dan managemen kelembagaan yang bermutu”, demikian analogi yang dibangun oleh pak Salichin A. Darmawan selalu Direktur DecRA yang menangani ISO dalam pelatihan Webinar siang itu.

 

 

Lebih lanjut pentolan ISO Indonesia itu menegaskan bahwa, setiap perguruan tinggi yang berhasil meraih sertifikat ISO, biasanya ia akan dengan mudah mendapatkan penilaian akreditasi baik atau unggul. Tapi sebaliknya, yang mendapatkan akreditasi dengan peringkat apapun, belum tentu mendapatkan sertifikat ISO.

Apalagi dalam konteks kebijakan terbaru pemerintah dengan konsep kampus merdeka, perguruan tinggi dituntut untuk benar-benar mampu memahami dan mengimplementasikan kebijakan tersebut, dengan tetap mengedepankan sistem managemen mutu dan pengelolaan organisasi yang baik dan berkualitas (sesuai standar qualitas yang diakui), baik SPMI, SPME, maupun ISO itu sendiri.

Karena itu, mengirim kedua utusannya ke Webinar pelatihan ISO ini dan juga mengirim delegasi pelatihan ISO yang diselenggarakan di Surabaya, yang diikuti oleh Ketua LPM sendiri dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Lembaga menunjukkan komitmen besar LPM dengan upaya peningkatan mutu IAIN Pontianak kedepan. Komitmen ini meneguhkan semangat bersama untuk meningkatkan mutu lembaga ini kedepan dengan sertifikasi ISO, dengan dimulainya beberapa tahapan pendampingan yang juga sudah berjalan sejak awal tahun 2020 ini.  Mari dukung dengan doa dan kerjasamanya kita semua untuk mewujudkan IAIN Pontianak yang berkualitas – berstandar sertifikasi ISO tahun 2020-2021. (Release LPM, 18 Mei 2020)

Penulis : Dr. Ibrahim, Ma